Jumat, 12 Juli 2013

PASRAH ( ENTAHLAH DAN BIARLAH JIKA ... )

Jalan terasa semakin gelap tanpa arah
Pelita terasa kian redup dan memudar
Kakambangan hidup terasa jauh dan menjauh
Duhai LUKA pengembara !

Pengembaraan akan dimulai lagi dan lagi tanpa henti
dengan cara dan jalan yang terasa samar tanpa bentuk
Penuh paksa, jenuh dan tertatih
Tanpa batasan waktu yang terhingga, ENTAHLAH ?

Jika sandaran dan tempat perhentian itu
terasa jauh dan sulit untuk singgah walau sesaat
BIARLAH pengembaraan tetap sebuah pengembaraan tanpa
tempat perhentian yang lain
sampai saatnya nafas dipenghujung dan berakhir ( Des' 1998 )

INDAHNYA MISTERI

Jari-jari mungil berbalut takdir
usaha yang direncana, mengejutkan
ketika kenyataan berbicara lain

Semakin sering terkapar
semakin membuka bawah sadar
ilmu mu setetes air lautan

Akan dipertontonkan kebesaranNya
dari segala ufuk
termasuk rahasia hari esok
yang tak akan terselami
betapa misteri adalah suatu
keindahan yang sangat indah
yang mengairahkan kehidupan ( th. 2006 )

TERSENTAK

Lakon penguasa
acungkan jari
perintah harus terlaksana
busungkan dada
tanpa nurani

Keangkuhan, kesombongan
butakan mata
pekakkan telinga
tutupi hati

silemah hanya mampu mengadu
kepada Penguasa Mutlak
Raja sekalian penguasa
ketika pintu langit terbuka
tersentaklah lakon penguasa
betapa ia teramat lemah
hina, tanpa daya ( th. 2006 )

TIADA SIA-SIA

Angin sejuk sapa mentari
tarian indah nyiur melambai
deru gelombang, ombak bergulung
menyisir pantai
lukisan sempurna
Zat Yang Maha Agung

Tiada cela
barang setitik
tiada sia-sia
walau sedikitpun

Garisan indah penuh makna
hikmah mendalam penuh kajian ( th. 2006 )

BOLA

Bola kehidupan telah bergulir
wasit telah tiupkan peluit
kartu kuning dan merah telah diberikan
kemenangan ingin diraih ditiap babak
walau kekalahan adalah bagian yang tak terelakkan

Begitu banyak kenyataan
tiada sesuai harapan
ketika daya upaya
usai berbuat
hanya do'a dan harapan
mampu ujudkan impian
insya Allah ( th. 2006 )

NURANI

Kaki-kaki telanjang
pakaian berbau peluh kehidupan
terantuk karang tajam
onak, duri merintangi
keinginan saling berbenturan

Jika hidup ini mudah
lemahlah nurani
piciklah pikir
sempitlah dada
tutupi kebenaran ( th. 2006 )

LELAKI TUA

Senja hampir tiba
lelaki tua itu merangkak tertatih
coba lalui sisa hidupnya
duka yang dialami begitu memilukan
hingga enggan pejamkan mata

Entah kemana kaki kan dilangkahkan
gemuruh emosi padamkan asa
kian jauh tak tertata
kembara tanpa makna
air mata tak lagi menyejukkan

kasih tak lagi untuknya
sayang hanya untuk orang lain
sesal terus mendera runtuhkan harap
takkah kau lihat dengan mata batinmu
duhai lelaki tua ?!
bahagia itu sungguh amat dekat
dengan tarikan nafasmu. ( th. 2006 )