Jumat, 12 Juli 2013

AKHIR



Tiada yang tak berakhir, kecuali Zat Yang Maha Kekal. Tanda kelemahan didiri dan alam tampak nyata. Takut dan harap dua sejoli yang dapat menemani. Namun akhir itupun tak dapat dihindari.  ( 8 Jan 2010 )

WAJAH



Wajah kusut penuh debu
aku terkurung kungkungan
siapa dan mengapa

Duhai aku
yang lemah  (26 Des 2009 )

BUNGA



Harumnya tercium sejak dikejauhan
adakah engkau merinduku

Kutatap penuh harap
Jangan lupakan itu  ( 26 Des 2009 )

NAPAS



Napas bukanlah tarikan udara, bukan pula menyebut-nyebut dan menjelaskan keakuan.
Didalamnya ada hakekat Yang Maha HAQ  ( 26 Des 2009 )

HAQ



Karena Engkau segalanya, ya Allah.
Melakukan dan tidak.
Akibat baik yang diharap pun, karena Engkau.
Karena Engkau yg menghendaki dan menyukai kebaikan.( 26 Des 2009 )

DO'A

-Duhai hambaKu, mana yang ingin kau pilih
umur panjang ataukah ingin engkau Kujemput dengan segera ?
-Wahai Zat Yang Maha Penyayang, masih tersisakah
kini sayangMu untukku ?

JIKA tidak, berilah hamba umur panjang agar
mampu menggapai rasa sayangMu
JIKA masih, berilah pula hamba umur panjang agar
mampu terhanyut dalam rasa sayangMu

Maafkan hambaMu, karena tidak mampu memilih untuk
Engkau jemput dengan segera, bukan hamba membenciMu,
Engkaupun Maha Tahu dihati ini
ada keinginan yang bersangatan yang tak mampu
untuk hamba lukiskan sebagai manusia biasa
BIARLAH dulu hamba mengembara bersama takdirMu dan usaha serta
do'a hamba untuk meraihnya, ENTAHLAH ? ( Des' 1998 )

HAYALAN

Dikejauhan tercium harumnya kasih dan sayang
Kian mendekat dan semakin mendekat
Kenyataannya terlalu sulit untuk tersentuh
Karena hati kecil mengatakan " ia bukan untukmu ", ENTAHLAH ?

JIKA bukan, BIARLAH kuberlari
menjauh, sejauh tempat persembunyian
yang tak mungkin terjangkau oleh jejak

Moga tak pernah rasa sesal menghampiri
BIARLAH ia tertulis dalam catatan nurani
sampai saatnya terhapus oleh akhir kehidupan ( Des' 1998 )

PASRAH ( ENTAHLAH DAN BIARLAH JIKA ... )

Jalan terasa semakin gelap tanpa arah
Pelita terasa kian redup dan memudar
Kakambangan hidup terasa jauh dan menjauh
Duhai LUKA pengembara !

Pengembaraan akan dimulai lagi dan lagi tanpa henti
dengan cara dan jalan yang terasa samar tanpa bentuk
Penuh paksa, jenuh dan tertatih
Tanpa batasan waktu yang terhingga, ENTAHLAH ?

Jika sandaran dan tempat perhentian itu
terasa jauh dan sulit untuk singgah walau sesaat
BIARLAH pengembaraan tetap sebuah pengembaraan tanpa
tempat perhentian yang lain
sampai saatnya nafas dipenghujung dan berakhir ( Des' 1998 )

INDAHNYA MISTERI

Jari-jari mungil berbalut takdir
usaha yang direncana, mengejutkan
ketika kenyataan berbicara lain

Semakin sering terkapar
semakin membuka bawah sadar
ilmu mu setetes air lautan

Akan dipertontonkan kebesaranNya
dari segala ufuk
termasuk rahasia hari esok
yang tak akan terselami
betapa misteri adalah suatu
keindahan yang sangat indah
yang mengairahkan kehidupan ( th. 2006 )

TERSENTAK

Lakon penguasa
acungkan jari
perintah harus terlaksana
busungkan dada
tanpa nurani

Keangkuhan, kesombongan
butakan mata
pekakkan telinga
tutupi hati

silemah hanya mampu mengadu
kepada Penguasa Mutlak
Raja sekalian penguasa
ketika pintu langit terbuka
tersentaklah lakon penguasa
betapa ia teramat lemah
hina, tanpa daya ( th. 2006 )

TIADA SIA-SIA

Angin sejuk sapa mentari
tarian indah nyiur melambai
deru gelombang, ombak bergulung
menyisir pantai
lukisan sempurna
Zat Yang Maha Agung

Tiada cela
barang setitik
tiada sia-sia
walau sedikitpun

Garisan indah penuh makna
hikmah mendalam penuh kajian ( th. 2006 )

BOLA

Bola kehidupan telah bergulir
wasit telah tiupkan peluit
kartu kuning dan merah telah diberikan
kemenangan ingin diraih ditiap babak
walau kekalahan adalah bagian yang tak terelakkan

Begitu banyak kenyataan
tiada sesuai harapan
ketika daya upaya
usai berbuat
hanya do'a dan harapan
mampu ujudkan impian
insya Allah ( th. 2006 )

NURANI

Kaki-kaki telanjang
pakaian berbau peluh kehidupan
terantuk karang tajam
onak, duri merintangi
keinginan saling berbenturan

Jika hidup ini mudah
lemahlah nurani
piciklah pikir
sempitlah dada
tutupi kebenaran ( th. 2006 )

LELAKI TUA

Senja hampir tiba
lelaki tua itu merangkak tertatih
coba lalui sisa hidupnya
duka yang dialami begitu memilukan
hingga enggan pejamkan mata

Entah kemana kaki kan dilangkahkan
gemuruh emosi padamkan asa
kian jauh tak tertata
kembara tanpa makna
air mata tak lagi menyejukkan

kasih tak lagi untuknya
sayang hanya untuk orang lain
sesal terus mendera runtuhkan harap
takkah kau lihat dengan mata batinmu
duhai lelaki tua ?!
bahagia itu sungguh amat dekat
dengan tarikan nafasmu. ( th. 2006 )

SEMAK PERDU

Disela semak-semak perdu
dimalam gelap gulita
awan tebal hitam menyelimuti
tanpa rembulan dan bintang gemintang

Seekor binatang kecil
suara amat lemah
namun nyaring
senandungkan pujian
nama Allah

Tak sesaat pun engkau terhenti
rindu kan kasih sayang
peluk dan dekapan lembut
Pencipta alam semesta
rindukan damai
kedamaian hakiki ( th. 2006 )

HARTA DUNIA

Dunia ini menawarkan bunga dunia
hiruk pikuk manusia dibuatnya
sungguh banyak yang terpikat
hingga menghalalkan berbagai cara
hanya sedikit dijalan lurus

Janjinya sangat mempesona
memikat isi kalbu
jiwapun terguncang
akal menjadi lemah
kesenangan sementara yang menipu

JAKA KEMBARA

Bumi yang dipijak
bukanlah tempat mendirikan ISTANA
ia hanyalah gubuk reyot
tempat pengembaraan sesaat
   Tidaklah dikatakan NURANI
   jika tak mampu melihat kebenaran hakiki
Apa yang dipandang mata, didengar telinga
belum tentu kenyataan, KEBENARAN
ia teramat sulit dipahami pikiran
ia hanya mampu dirasakan oleh
    Mata batin yang bersih dan tajam ( lupa tanggal, bulan dan tahun )

disebait kata

Mentari pagi merebak gelap kehidupan
seiring kecemburuan embun nan tersisih
hati gundah kian menghangat
diketika sebait kata menyentuh penuh lembut
betapa ingin rasa dalam mentari kekekalan s'lamanya
dan atau serta tanpa batas sebutan ( Des' 1996 )